Anak Laki-Laki Harun Ar-Rasyid

Sunday, January 16, 2011

Harun Ar Rasyid mempunyai seorang anak laki-laki yang berumur sekitar 16 tahun. Ia banyak duduk di majlis orang-orang zuhud dan wara’. Ia juga sering berziarah ke pemakaman. Ketika sampai di pemakaman, ia berkata, “Ada masanya kalian tinggal di dunia ini dan sebagai tuannya. Akan tetapi ternyata dunia tidak melindungi kalian sehingga kalian sampai ke dalam kubur. Seandainya aku mengetahui apa yang menimpa kalian sekarang ini, tentu aku ingin mengetahui apa yang kalian katakan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan kepada kalian. Kemudian ia membaca syair ini:

“Pemakaman menakutkanku setiap hari. Suara tangisan dan ratapan wanita yang berduka cita membuatku sedih.”

Pada suatu hari, ia datang ke istana ayahnya, Harun Ar Rasyid. Pada waktu itu, semua menteri dan para pejabat kerajaan beserta tamu-tamu terhormat lainnya sedang berkumpul bersama raja, sedangkan anak laki-laki tersebut hanya mengenakan kain yang sangat sederhana dengan surban dikepalanya. Ketika orang-orang istana melihat dirinya dalam keadaan seperti itu, mereka saling berkata, “Tingkah laku anak gila ini menghina Amirul Mukminin di hadapan para bangsawan. Jika Amirul Mukminin menasehati dan mengingatkannya, mungkin ia akan berhenti dari kebiasaannya gilanya itu.” Begitu mendengar perkataan mereka, Amirul Mukminin berkata kepada anak laki-lakinya, “Wahai anakku sayang, engkau telah mempermalukan diriku di hadapan para bangsawan.” Mendengar kata-kata itu, ia tidak menjawab sepatah katapun atas perkataan ayahnya, tetapi ia memanggil seekor burung yang bertenggek di ruangan tersebut dan berkata, “Demi Dzat yang menciptakanmu, terbang dan hinggaplah di atas tanganku.” Burung itupun terbang dan hinggap di atas tangannya. Kemudian ia berkata, “Sekarang, kembalilah ke tempatmu.” Maka terbanglah burung itu lalu kembali ke tempatnya. Setelah itu ia berkata, “Ayahku, sebenarnya kecintaanmu kepada dunia itulah yang telah menghinakan diriku. Sekarang aku telah bertekad untuk berpisah denganmu.” Setelah berkata demikian, anak tersebut pergi meninggalkan istana. Ia pergi hanya membawa Al Quran. Ibunya memberinya sebuah cincin yang sangat mahal agar dapat digunakan pada saat memerlukan.

Ia berjalan dari istana hingga tiba di Bashrah. Ia mulai bekerja sebagai buruh. Tetapi dalam satu minggu, ia hanya bekerja selama satu hari, yakni pada hari sabtu. Hasil jerih payahnya selama sehari ia gunakan untuk keperluan hidupnya selama seminggu. Kemudian pada hari ke delapan, yakni pada hari sabtu, ia bekerja lagi. Ia hanya menerima upah sebesar satu dirham, dan untuk keperluan setiap harinya, ia menggunakannya sebesar satu danaq (seperenam dirham). Ia tidak mau mengambil lebih atau kurang dari upah tersebut.

Kisah selanjutnya diceritakan oleh Abu Amir Bashri rah a. Ia berkata, “Ketika sebelah rumahku roboh, aku memerlukan seorang tukang batu untuk memperbaiki rumahku. Ada seseorang yang memberitahu aku bahwa ada seorang anak laki-laki yang dapat memperbaiki rumah. Maka aku segera mencarinya. Di luar kota, aku melihat seorang anak muda tampan yang sedang duduk membaca Al Quran. Di sisinya terletak sebuah tas kecil. Aku bertanya kepadanya, ‘Wahai anakku, apakah engkau mau bekerja sebagai buruh?’ Ia menjawab, ‘Mengapa tidak, kita diciptakan memang untuk bekerja. Katakan kepadaku apa yang harus aku kerjakan?’ Aku berkata, ‘Memperbaiki bangunan.’ Ia berkata, ‘Aku bersedia asalkan aku mendapat upah satu dirham dan satu danaq sehari, dan pada waktu shalat aku tidak bekerja. Aku harus mengerjakan shalat.’ Aku menerima syaratnya. Kemudian aku membawanya ke rumah dan menyuruhnya bekerja. Ketika saat shalat Maghrib tiba, aku sangat terkejut, karena ternyata ia telah menyelesaikan pekerjaan dengan baik, pekerjaan yang dapat dilakukan oleh sepuluh orang. Aku memberinya upah dua dirham, akan tetapi ia tidak mau menerimanya, karena melebihi dari syarat yang telah ia ajukan. Ia hanya mau mengambil satu dirham dan satu danaq, lalu pergi.

Karena merasa penasaran, pada hari berikutnya aku keluar mencarinya, tetapi ia tidak kutemukan. Aku bertanya kepada orang-orang dengan menerangkan ciri-ciri anak muda tersebut, kalau-kalau ada yang mengetahuinya. Orang-orang memberitahuku bahwa anak tersebut hanya bekerja pada hari Sabtu. Selain hari tersebut, tidak ada seorang pun yang dapat menemukannya. Karena merasa puas dengan pekerjaan anak muda tersebut, aku memutuskan untuk menunda pembangunan dinding rumahku pada hari sabtu mendatang dengan meminta bantuan kepada anak muda tersebut. Pada hari Sabtu, aku mencarinya lagi dan kudapati ia sedang membaca Al Quran sebagaimana biasanya. Aku mengucapkan salam kepadanya dan menanyakan apakah ia bersedia bekerja lagi di tempatku dengan syarat yang sama dengan hari sabtu yang lalu. Ia berangkat bersamaku dan mulai mengerjakan dinding rumahku lagi.

Aku masih merasa sangat penasaran dengan pekerjaan anak muda tersebut, bagaimana mungkin ia mampu mengerjakan sendiri sebuah pekerjaan yang biasa dilakukan oleh sepuluh orang pekerja. Maka, ketika ia mengerjakan pekerjaannya, dengan diam-diam aku mengintipnya. Betapa terkejutnya ketika aku melihat apa yang dilakukannya. Ketika ia mengaduk semen dan meletakkannya di dinding, batu-batu itu menyatu dengan sendirinya. Maka aku sadar dan yakin bahwa anak muda tersebut bukanlah pemuda biasa, akan tetapi seorang kekasih Allah. Sebagaimana hamba-hamba-Nya yang khusus, dalam melakukan pekerjaannya, pemuda tersebut selalu mendapat bantuan dari Allah secara ghaib.

Pada sore harinya aku hendak memberinya upah sebesar tiga dirham, akan tetapi ia tidak mau menerimanya. Ia hanya mengambil satu dirham dan satu danaq, kemudian pergi. Aku menunggunya lagi selama seminggu. Dan pada hari sabtu, aku keluar mencarinya. Akan tetapi aku tidak menemukannya. Aku memperoleh berita dari seseorang yang mengatakan bahwa pemuda tersebut sedang sakit. Tiga hari lamanya ia jatuh sakit. Kemudian aku minta tolong kepada seseorang untuk mengantarkan aku ke tempat pemuda yang sedang menderita sakit itu. Sesampainya di tempat tinggalnya, ternyata pemuda itu tengah berbaring tak sadarkan diri di atas tanah, kepalanya berbantalkan separuh potongan batu bata. Ketika aku memberi salam padanya, ia tidak menjawab. Maka aku mengucapkan salam sekali lagi. Ia membuka matanya sedikit dan mengenaliku. Aku segera mengangkat kepalanya dari batu bata itu dan meletakkannya di atas pangkuanku. Tetapi ia menarik kepalanya dan membaca beberapa bait syair, dua di antaranya adalah :

Wahai kawanku, janganlah engkau terperdaya oleh kenikmatan dunia. Karena hidupmu akan berlalu. Kemewahan hanyalah untuk sekejap mata.

Dan apabila engkau mengusung jenazah ke pemakaman, ingatlah suatu hari engkau pun akan diusung ke pemakaman.


Setelah mengucapkan syair tersebut, ia berkata, “Wahai Abu Amir, jika ruhku telah keluar dari tubuhku, mandikanlah aku, dan kafanilah aku dengan pakaian ini." Aku menyahut, “Wahai sayang, aku tidak keberatan membelikan kain kafan yang baru untukmu.” Ia menjawab, “Orang yang masih hidup lebih memerlukan pakaian yang baru daripada orang yang meninggal (sama dengan ucapan Abu Bakar Ash Shiddiq ra ketika hendak meninggal dunia)." Anak itu menambahkan, “Kain kafan yang baru ataupun usang akan segera membusuk. Apa yang tinggal bersama seseorang setelah kematiannya hanyalah amal perbuatannya. Berikanlah sarung dan cerekku ini kepada penggali kubur sebagai upahnya. Al Quran dan cincin ini tolong sampaikan langsung kepada Khalifah Harun Ar Rasyid dan sampaikan kepadanya pesanku, ‘Wahai ayah, jangan sampai engkau meninggal dalam keadaan lalai dan tertipu oleh dunia.” Dengan keluarnya kata-kata tersebut dari bibirnya, pemuda itu pun meninggal dunia. Dan pada saat itulah aku menyadari bahwa ternyata ia adalah seorang Pangeran, Putra Mahkota.

Setelah putra mahkota itu meniggal dunia, aku pun memandikannya, mengkafaninya, dan memakamkannya sesuai dengan wasiatnya. Kedua benda berupa sarung dan cerek aku berikan kepada penggali kubur. Kemudian aku pergi ke Baghdad dengan membawa Al Quran dan cincin untuk aku serahkan kepada Khalifah Harun Ar Rasyid. Sungguh aku sangat beruntung, ketika aku sampai di pintu gerbang istana khalifah, pasukan raja sedang keluar dari istana khalifah. Aku pun berdiri di tempat yang tinggi. Mula-mula keluar pasukan berkuda yang sangat besar, yakni berjumlah 1000 tentara. Setelah itu keluar lagi sepuluh pasukan berkuda, masing-masing pasukan berjumlah 1000 tentara. Amirul Mukminin sendiri berada di dalam pasukan yang kesepuluh. Dengan kerasnya aku berseru, “Wahai Amirul Mukminin, demi kekerabatanmu dengan Rasulullah saw, berhentilah sebentar!” Mendengar suaraku itu, ia melihat kepadaku. Maka dengan cepat aku maju ke arah Amirul Mukminin dan berkata, “Ini adalah titipan seorang laki-laki asing kepadaku. Ia berwasiat agar aku menyampaikan dua macam benda ini langsung kepada engkau.” Bagitu melihatnya, raja pun mengenalinya dan menundukkan kepala sesaat. Air matanya mengalir dari kedua matanya. Kemudian khalifah menyuruh pengurus istana untuk mengantarku ke istana.

Setelah khalifah kembali pada sore harinya, khalifah memerintahkan pengurus istana untuk menutup semua tabir istana dan berkata kepada penjaga pintu, “Panggil orang itu, walaupun ia akan membengkitkan kembali kesedihanku.” Penjaga pintu datang kepadaku dan berkata, ‘Amirul Mukminin memanggilmu. Tetapi ingat, Amirul Mukminin sedang berduka. Jika engkau ingin menyampaikan sesuatu dalam sepuluh kata, cobalah disampaikan dalam lima kata saja.’ Setelah berkata demikian, ia membawaku menemui Amirul Mukminin. Pada waktu itu Amirul Mukminin duduk seorang diri. Ia berkata kepadaku, ‘Mendekatlah kepadaku.’ Aku pun duduk di dekat khalifah. Lalu khalifah berkata, ‘Apakah engkau mengenal anakku?’ Aku menjawab, ‘Betul, aku mengenalnya.’ Khalifah bertanya, ‘Pekerjaan apakah yang ia lakukan?’ Aku menjawab, ‘Ia bekerja sebagai tukang batu.’ Khalifah bertanya, ‘Apakah engkau juga pernah mempekerjakannya sebagai tukang batu?’ Aku menjawab, ‘Ya, pernah.’ Khalifah bertanya lagi, ‘Apakah engkau tidak tahu bahwa ia masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan Rasulullah saw?’ (Harun Ar Rasyid adalah keturunan Abbas ra, paman Nabi Muhammad saw). Aku berkata, ‘Amirul Mukminin, terlebih dahulu aku memohon ampunan dari Allah SWT, setelah itu aku memohon maaf kepadamu. Pada waktu itu aku belum mengetahui kalau ia masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan Rasulullah saw. Aku baru mengetahuinya ketika ia hendak meninggal dunia.’ Khalifah bertanya, ‘Apakah engkau memandikannya dengan tanganmu sendiri?’ Aku menjawab, 'Benar.' Khalifah berkata, ‘Ulurkan tanganmu!’ Ia menarik tanganku, kemudian menempelkan di dadanya dambil membaca beberapa syair yang artinya:

Wahai engkau yang menjauh dariku,

Hatiku larut dalam kesedihan karenamu

Mataku mencucurkan air mata penderitaan

Wahai engkau yang jauh kuburnya

Terlalu jauh, tetapi kesedihanmu lebih dekat di hatiku

Benar, kematian itu membingungkan kesenangan yang tertinggi di dunia

Wahai anakku yang menjauh dariku

Enakau bagai bulan purnama yang tergantung di atas dahan perak

Bulan telah menetap di kubur

Sedang dahan perak menjadi debu


Setelah melantunkan syair di atas, Harun Ar Rasyid ingin pergi ke Bashrah untuk menziarahi makam anaknya. Abu Amir pun menyertainya. Begitu sampai di makam anaknya, Harun Ar Rasyid membaca beberapa bait syair yang artinya sebagai berikut:

Wahai musafir ke alam yang tidak diketahui

Engkau takkan kembali ke rumah

Maut dengan cepat telah merenggutmu pada awal masa remajamu

Wahai penyejuk mataku, engkaulah pelipur laraku

Kediaman hatiku di kesunyian

Engkau telah merasakan racun kematian

Yang seharusnya ayahmulah yang meminumnya di usia tua

Sungguh, setiap orang akan merasakan kematian

Apakah ia seorang pengembara, atau seorang penduduk kota

Segala puji bagi Allah Yang Esa, Yang tidak mempunyai sekutu

Karena ini adalah bukti keputusan-Nya


Abu Amir rah a berkata, “Pada malam harinya, ketika aku telah menyelesaikan wirid-wiridku, aku tertidur. Dalam tidurku, aku bermimpi melihat sebuah istana yang berkubah dari nur, yang di atasnya terdapat awan dari nur yang menaunginya. Kemudia awan itu hilang, dan anak itu memanggilku sambil berkata, ‘Wahai Abu Amir, semoga Allah memberimu balasan yang lebih baik karena engkau telah memandikan, mengkafani, memakamkan aku, dan telah menunaikan semua wasiatku. Aku bertanya kepadanya, ‘Wahai kekasihku, bagaimana keadaanmu, apa yang engkau alami?’ Ia berkata, ‘Aku telah sampai ke hadapan Tuhan Yang Maha Pemurah dan Dia sangat ridha kepadaku.’ Al Malik telah memberi tahu kepadaku bahwa aku memdapatkan sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata manusia, tidak pernah terdengar oleh telinga manusia, dan akal tidak dapat memikirkannya.

Kemudian ruh pemuda tersebut berkata kepadaku dalam mimpiku, “Allah SWT telah berjanji kepadaku, Dia bersumpah dengan keagungan-Nya bahwa Dia akan menganugerahkan kenikmatan, kehormatan, dan karunia semacam itu kepada semua hamba-Nya yang keluar dari dunia seperti aku.’

Penulis kitab Raudh mengatakan bahwa ia juga mendapatkan cerita yang sama secara keseluruhan dari sanad yang lain. Di dalamnya juga diterangkan bahwa seseorang bertanya kepada Harun Ar Rasyid mengenai keadaan anak itu. Ia menjawab, "Anakku lahir sebelum aku menjadi raja. Ia mendapat didikan adab yang sangat baik, ia telah belajar Al Quran dan ilmu-ilmu lain. Ketika aku menjadi raja, ia pergi meninggalkan aku. Ia tidak pernah mengambil manfaat dari duniaku. Ketika ia hendak pergi, akulah yang berkata kepada ibunya agar ia diberi sebuah cincin mutiara yang sangat indah dan mahal harganya. Akan tetapi ia tidak pernah menggunakannya, bahkan ketika menjelang wafat, ia mengembalikannya. Anak ini sangat patuh kepada ibunya." (Raudh)

Sumber : Dakwah Ila Allah

Hadith - Keutamaan mempunyai anak perempuan

Bismillahirrahmanirrahim... (Rujukan buku- 111 wasiat Rasulullah SAW untuk Wanita Solehah,m/s 26

Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang mengasuh atau memelihara dua orang anak perempuan sehingga besar, nanti pada hari kiamat aku dengan dia seperti ini; sambil Nabi merapatkan jarinya."
[Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim]

"Barang siapa yang mempunyai kesusahan disebabkan mempunyai anak-anak perempuan, tetapi dia tetap berlaku baik kepada mereka, nanti pada hari kiamat mereka akan menjadi pendinding baginya dari api neraka."
[Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim]

"Barang siapa yang memelihara dua atau tiga anak perempuan atau dua tiga saudara perempuan serta mendidiknya, maka orang itu akan masuk syurga."
[Hadith Riwayat Tarmizi dan Abu Daud]

Sumber : Mata Hati Wanita Solehah

Hukum Wanita Memandang Kepada Lelaki

Saturday, January 15, 2011

Bismillahirrahmanirrahim... rujukanbuku 'Hijab Memelihara Kesucian Wanita Muslimah', ms.80-81.

Sebagaimana kaum lelaki diperintahkan untuk tidak memandang wanita-wanita yang bukan mahram, wanita juga diperintahkan untuk tidak memandang lelaki yang bukan mahram.

Ummu Salamah r.a (isteri nabi s.a.w) berkata,

'Suatu ketika saya dan Maimunah berada bersama-sama Rasulullah s.a.w. Ketika itu tiba-tiba Abdullah bin Ummi Maktum masuk ke rumah. Kerana mengetahui Abdullah buta, kami tidak menurunkan hijab dan tetap duduk di sana. Rasulullah s.a.w bersabda, 'Pakailah hijab di hadapannya!'. Saya bertanya, 'Wahai Nabi Allah, bukankah ia buta? Ia juga tidak melihat kami'. Rasulullah s.a.w menjawab, 'Apakah kamu berdua juga buta? Tidakkah kamu dapat melihatnya?'.

Kesimpulan dari hadis tersebut, adalah menjadi kewajipan bagi wanita agar tidak melihat kaum lelaki, sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Quran,'Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman agar menundukkan pandangan mereka...' (Surah An-Nur, ayat 30).
Abdullah bin Ummi Maktum r.a adalah seorang yang buta dan seorang sahabat Nabi s.a.w yang sangat warak. Kedua isteri Rasulullah s.a.w juga sangat warak. Meskipun demikian, Rsulullah meminta kedua isterinya agar memakai hijab di hadapan Abdullah r.a.

Sumber : Mata Hati Wanita Solehah

Isteri-isteri di dalam syurga

Bismillahirrahmnirrahim.. (Rujukan buku 'Menuju ke Negeri Abadi', ms 399 - 403)

Telah diriwayatkan daripada Anas bahawa Rasulullah S.A.W telah bersabda:

"Demi sesungguhnya berpetang-petang atau berpagi-pagi (pergi berjihad) di jalan Allah adalah lebih baik dari dunia dan seluruh isinya. Demi sesungguhnya panah kamu dari syurga atau tempat cemetinya adalah lebih baik dari dunia dan seluruh isinya. Kalaulah seorang perempuan dari penghuni syurga dijelmakan dari penduduk bumi pasti ia akan menerangi antara kedua-duanya (langit dan bumi)dan pasti ia akan memenuhi dengan wangian. Demi sesungguhnya selendangnya yang ada di atas kepalanya itu lebih baik dari dunia dan seluruh isinya."
[Riwayat al-Bukhari, Muslim dan lain-lainnya]

Telah diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a, beliau berkata Rasulullah S.A.W telah bersabda:

"Sesungguhnya isteri-isteri penghuni syurga akan menyanyikan untuk suami-suami mereka dengan suara yang paling baik didengari oleh seseorang. Sesungguhnya lagu nyanyian mereka ialah: Kami perempuan-perempuan baik lagi cantik, isteri kepada kaum yang mulia, mereka melihat dengan penuh gembira..."
[Riwayat al-Tabrani di dalam al-Awsat dan al-Saghir. Para periwayatnya semua periwayat hadith sahih]

Telah diriwayatkan daripada Abu Sa'id al-Khudri daripada Nabi S.A.W di dalam mentafsirkan Firman allah S.W.T:

"Bidadari-bidadari itu (cantik berseri) seperti permata delima dan marjan."

Baginda bersabda:

"Sesungguhnya seorang lelaki itu akan duduk bersandar di dalam syurga selama 70 puluh tahun sebelum ia berpindah. kemudian datang kepada isterinya lalu ia memeluk bahunya. Maka ia dapat melihat mukanya pada pipi isterinya yang lebih jernih daripada cermin. Dan bahawa permata paling rendah dipakainya itu menyinari antara timur dan barat. Lalu ia mengucapkan salam kepada suaminya."
Baginda bersabda
"Lalu ia menjawab salam isterinya dan bertanya: "Siapakah engkau?" Maka ia menjawab: "Aku dari syurga." Dan bahawa ia memakai 70 pakaian. Paling rendahnya seumpama kain lembut paling baik. Maka matanya dapat menembusinya sehingga ia dapat melihat isi betisnya daripada sebaliknya. Dan bahawa ia memakai mahkota, serendah-rendah permata padanya menerangi antara timur dan barat."
[Riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban di dalam sahihnya]

At-Tabrani dan al-Bazzar telah mengeluarkan hadith dengan sanad yang sahih daripada Abu Hurairah r.a beliau berkata:
"Baginda S.A.W ditanya: "wahai Rasulullah, adakah kita boleh berhubung dengan isteri-isteri kita di dalam syurga?" Maka baginda menjawab: "Sesungguhnya seorang lelaki akan dapat berhubung di dalam masa sehari dengan seratus perawan."

Sungguh indah sekali suasana di sana. Seorang saudara akan menziarahi saudaranya seIslam. bapa menziarahi anak-anaknya. Anak-anak menziarahi Ibubapanya di dalam syurga. Lebih indah daripada itu semua apabila orang-orang beriman dapat menziarahi para nabi, para siddiqin dan para ulama amilin. Pemimpin bagi semuanya ini ialah Nabi Muhammad S.A.W penghulu bagi semua Rasul. Lebih indah lagi dari semua ini apabila mereka dapat menziarahi Allah S.W.T. Mereka dapat mendengar ucapanNya dan dapat melihatNya tanpa hijab.

'Ya Allah ampunilah segala dosa-dosa kami, sesunguhnya Allah Maha mengetahui apa yang terbaik untuk kami pada hari ini dan masa hadapan, oleh itu kurniakan sebaik-baik ketentuan dan kesudahan ke atas kami, akhirkan kami dalam keadaan beriman, semoga Allah redha ke atas kami, semoga Nabi redha ke atas kami, semoga suami kami redha ke atas kami, semoga ibu bapa kami redho ke atas kami dan seluruh umat Islam yang beriman redha ke atas kami. Semoga Syurga milik kami.. Amin.'

Sumber : Mata Hati Wanita Solehah

Muhasabah Bagi Orang Yang Ingin Dinikahi

JANGAN KAHWINI YANG 6

Pesanan Rasulullah saw untuk kaum Lelaki : "Jangan engkau kahwini wanita yang enam, jangan yang ananah, yang mananah, dan yang hananah dan jangan engkau kahwini yang hadaqah, yang basaqah dan yang syadaqah".

1.Wanita Ananah:
Wanita yang banyak mengomen itu dan ini. Apa yang diberi atau dilakukan suami untuk rumahnya tangga semua tidak kena dan tidak berpuas hati.

2.Wanita Mananah:
Wanita sebegini yang menidakkan usaha dan jasa suami sebaliknya mendabik dada dialah yang banyak berkorban untuk membangun rumah tangga. Dia suka mengungkit-ungkit apa yang dilakukan untuk kebaikan rumah tangga. Biasanya wanita ini bekerja atau berkedudukan tinggi dan bergaji besar.

3.Wanita Hananah:
Menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain, yang dikahwininya sebelum ini atau kepada anaknya dari suami yang lain dan wanita ini berangan-angan mendapatkan suami yang lebih baik dari suami yang sedia ada. Dalam kata lain wanita sebegini tidak bersyukur dengan jodohnya itu. Wanita sebegini yang mengkufuri nikmat perkahwinan. Dia juga merendahkan kebolehan dan kemampuan suaminya.

4.Wanita Hadaqah:
Melemparkan pandangan dan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya utk memiliki barang itu dan memaksa suaminya untuk membelinya selain itu wanita ini suka ikut nafsunya. Wanita sebigini memeningkan kepala lelaki. Dia tenguk apa saja dia mahu. Dia suka membandingkan dirinya dengan diri orang lain. Suka menunjuk-nujuk. Wanita inilah yang menjadikan suami dulu handsome sekarang suah botak.

5. Wanita Basaqah : ada 2 makna:

Pertama:
Wanita sebegini yang suka bersolek dan menghiaskan diri. Dia menghias diri bukan untuk sumainya tetapi untuk ditunjuk-tujukkan kepada dunia. Suka melawa. Wangnya dihabiskan untuk membeli make-up, kasut dan barang kemas. Wanita begini juga suka dipuji-puji. Kalau dia kebetulan menjadi isteri orang ternama dan menjadi pula ketua dalam kumpulan itu, orang lain tidak boleh mengatasi dirinya.

Kedua:
Dia marah ketika makan dan tidak mahu makan kecuali sendirian dan diasingkannya bahagiannya.

6.Wanita Syadaqah:
Banyak cakap, tidak menentu lagi bising. Kebecokan itu juga menyebabkan segala kerja yang dibuatnya tidak menjadi, hanya tukang sibuk dan komen saja.

---Dicatat oleh Imam Al-Ghazalli...Wallahu'alam.
Pena IBNU ARAHMAN

Sumber : Hafizatul Qiram

Hadith - Mimpi Rasulullah s.a.w.

Dari Samurah ibn Jundab r.a. meriwayatkan; Rasulullah s.a.w. seringkali bertanya kepada sahabat-sahabatnya: Adakah seseorang daripada kamu bermimpi? Maka salah seorang di antara mereka akan menceritakan mimpinya dan Rasulullah s.a.w. akan menjelaskannya. Suatu pagi Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Malam tadi dua orang datang kepadaku (dalam mimpi) dan membangunkan aku dan berkata; Pergilah bersama dengan kami. Aku berangkat bersama mereka dan kami melintasi seorang lelaki yang berbaring dan seorang lagi berdiri di sebelah atas kepalanya, dia memegang batu yang besar dan dia menghempaskan batu itu kepada lelaki (yang sedang berbaring itu) sehingga batu itu menghancurkan kepalanya. Batu itu terlempar jauh. Sebelum batu itu sampai, kepala itu menjadi seperti sediakala. Pelempar itu melakukan hal yang sama sebagaimana dia telah lakukan sebelumnya. Dengan rasa hairan saya bertanya kepada kedua orang itu: Subhaanallah! Siapakah kedua orang ini? Mereka berkata; Mari kita berjalan terus!
Maka kami meneruskan perjalanan sehingga kami datang kepada seorang lelaki yang sedang tidur terlentang di atas katilnya, dan seorang lelaki yang lain berdiri di sebelahnya dengan sebatang paku besi dan dia meletakkan paku itu dari satu sisi mulut lelaki itu, maka merobek pipi salah satu daripada mukanya, hidungnya dan matanya sampai ke tengkuk dan demikian pula dia melakukan hal yang sama pada sebelah yang lain. Ketika dia mencarik-carik salah satu bahagian dari muka orang itu, bahagian yang lain telah kembali pulih, kemudian dia kembali kepada bahagian yang pertama untuk mengulanginya. Saya bertanya kepada kedua orang itu: Subhaanallah! Siapakah kedua orang ini? Mereka berkata; Mari kita berjalan terus!
Kemudian kami meneruskan perjalanan dan kami sampai pada sesuatu seperti tannur (sebuah lubang seperti tempayan yang biasanya dibuat dari tanah untuk membakar roti). Rasulullah s.a.w. bersabda; Dalam tempayan itu terdengar suara tangisan dan jeritan. Kami melihat ke dalamnya dan mendapati lelaki dan wanita dalam keadaan telanjang dan nyala api yang membakar dari bawah. Dan apabila api itu sampai kepada mereka, mereka menjerit dengan suara yang kuat. Aku bertanya kepada mereka: Siapakah mereka ini? Mereka meminta aku untuk berjalan terus!
Maka kami meneruskan perjalanan sehingga kami sampai ke sebuah sungai yang berwarna merah seperti darah. Rasulullah s.a.w. menambahkan: Dan sesungguhnya dalam sungai itu ada seseorang lelaki yang sedang berenang dan di tebingnya ada lelaki yang sudah mengumpulkan batu-batu. Lelaki yang berenang itu datang kepada lelaki itu lalu membuka mulutnya dan orang yang berada di tebing sungai itu melemparkan batu ke dalam mulutnya, kemudian dia pergi dan berenang kembali. Dia kembali dan setiap kali sampai diulangi lagi perbuatan itu. Aku bertanya kepada kedua sahabatku: Siapakah mereka ini? Mereka berkata kepadaku; Teruskan, teruskan.
Maka kami meneruskan perjalanan sehingga kami sampai pada seorang lelaki dengan wajah yang hodoh, wajah yang hodoh yang tidak pernah kulihat. Selain dia, ada api dan dia sedang dinyalakannya dan dia berlari mengelilingi api itu. Aku bertanya kepada sahabat-sahabatku: Siapakah orang ini? Mereka berkata kepadaku: Teruskan, teruskan.
Maka kami meneruskan perjalanan kami sehingga sampai pada sebuah taman yang hijau daunnya sangat lebat yang memiliki warna dari semua sumber. Di tengah-tengah kebun itu ada seorang lelaki yang sangat tinggi dan amat sukar untuk melihat kepalanya kerana sangat tingginya dan di sekelilingnya ada kanak-kanak yang ramai yang tidak pernah aku lihat sesuatu seperti itu. Aku bertanyakan kepada sahabat-sahabatku: Siapakah orang ini? Mereka menjawab: Teruskan, teruskan.
Maka kami meneruskan perjalanan sehingga kami sampai pada sebuah taman yang sangat anggun, lebih besar dan lebih cantik daripada yang pernah aku lihat. Kedua sahabatku berkata kepadaku; Pergilah dan naiklah. Maka kami naik sehingga kami sampai ke sebuah kota yang diperbuat dari emas dan batu-batanya dari emas dan perak. Maka kami pergi ke gerbangnya dan pintunya terbuka, maka kami masuk ke dalam kota itu dan kami mendapatkan di dalam lelaki dengan saparuh badannya sangat tampan sebagaimana orang yang sangat tampan yang pernah kamu lihat, dan separuh dari badannya sangat hodoh yang tidak pernah kamu lihat orang sehodoh itu. Kedua sahabatku memerintahkan orang-orang ini untuk terjun ke dalam sungai itu (sebuah sungai yang mengalir) yang airnya putih seperti susu. Orang-orang itu pergi dan mencelupkan badannya ke dalam sungai itu kemudian kembali kepada kami dengan rupa yang tampan (keseluruhannya).
Rasulullah s.a.w. menambah: Kedua sahabat-sahabatku kemudian sambil menunjuk berkata kepadaku: Itulah tempat untuk kamu, iaitu Jannatul 'Adn. Aku mengangkat pandanganku dan sesungguhnya aku melihat di sana sebuah mahligai seperti awan putih. Kemudian sahabatku berkata kepadaku; Istana itu adalah kepunyaanmu. Aku berkata kepada mereka; ???? ???? ?????. Ertinya; Semoga Allah memberkati kamu berdua. Izinkan aku untuk masuk ke dalamnya. Mereka menjawab: Bukan sekarang, tetapi engkau akan memasukinya (pada suatu hari).
Aku berkata kepada mereka: Aku telah melihat banyak kejadian pada malam ini, apakah maksud dari semua ini? Mereka menjawab: Kami akan memberitahu kamu. Peristiwa orang pertama yang kamu lalui, kepalanya sedang dilempari dengan batu, dia adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan kemudian tidak membacanya atau tidak beramal dengan perintah-perintahnya dan tidur tanpa mengerjakan sembahyang. Dan bagi orang yang kamu lalui ke atasnya kedua sisi mulutnya, hidung dan matanya dikoyak dari depan ke belakang, dia adalah lelaki yang keluar dari rumahnya pada waktu pagi dan menyebarkan kebohongan-kebohongan ke seluruh dunia. Dan lelaki dan perempuan yang telanjang itu yang kamu lihat dalam tempayan pembakar roti adalah penzina lelaki dan perempuan. Lelaki yang engkau lihat sedang berenang di sungai dan yang diberikan batu untuk ditelan adalah pemakan riba' dan lelaki yang kelihatan hodoh yang kamu lihat dekat api yang sedang dinyalakannya dan mengelilinginya itu adalah Malik (penjaga nereka), dan lelaki yang tinggi yang engkau melihatnya dalam taman adalah Nabi Ibrahim a.s. Dan anak-anak yang mengelilinginya adalah anak-anak yang mati dalam keadaan fitrah."
Periwayat berkata; Sebahagian sahabat bertanya kepada Nabi; Wahai Rasulullah, bagaimana dengan anak-anak orang musyrikin? Baginda s.a.w. bersabda;
"Anak-anak orang musyrikin pun (begitu) juga. Rasulullah s.a.w. menambah: Orang yang engkau lihat separuh tampan dan separuh jelek, adalah orang-orang yang bersama dengan amalan-amalan baik, memiliki juga amalan-amalan yang buruk, akan tetapi Allah mengampuni mereka."
[al-Bukhaari]


Tags :

amalan baik, amalan buruk, batu menghancurkan kepala, berenang, cerita mimpi, daunnya sangat lebat, emas, gerbang, hairan, hidung, Jannatul ‘Adn, jeritan, katil, keampunan Allah, kepala, kepala hancur, kota emas, lelaki, lelaki tinggi, lelaki yang tinggi, mahligai seperti awan putih, Malik, mata, membakar roti, memegang batu, mempelajari Al-Quran, menceritakan mimpi, menghempas batu, menjerit, mimpi, muka, musyrikin, Nabi Ibrahim, nyalaan api, paku besi, paku mulut, paku sisi mulut, pecah kepala, penjaga nereka, perak, Samurah ibn Jundab, separuh jelek, separuh tampan, sungai merah, sungai susu, tafsir mimpi, taman yang hijau, tampan, tangisan, tannur, telanjang, tempayan, tengkuk, tidak beramal dengan Al-Quran, tidak membaca Al-Quran, tidur tanpa solat, wajah yang hodoh, wanita

Nasihat Rasulullah kepada Aisyah r.a.

‘Aisyah r.a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda “Hai Aisyah, aku nasihatkan kepada kamu. Hendaklah kamu sentiasa mengingat nasihatku ini. Sesungguhnya kamu akan sentiasa di dalam kebajikan selama kamu mengingati nasihatku ini…”

Isi nasihat Rasulullah s.a.w tersebut bolehlah dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri kamu. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum kamu (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.

Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu :

(a) Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah

(b) Tidak memuji Allah Ta’ala atas kemurahan-Nya, apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur.

(c) Mengkufurkan nikmat; menganggap nikmat bukan dari Allah

(d) Membanyakkan kata-kata yang sia-sia, banyak bicara Yang tidak bermanfaat.

Wahai, Aisyah, ketahuilah :

(a) Bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah

(b) Bahwa wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya.

(c) Bahwa isteri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah akan menghapuskan muka dan tubuhnya Pada hari kiamat.

(d) Bahwa isteri yang tidak memenuhi kemahuan suaminya di tempat tidur atau menyusahkan urusan ini atau mengkhiananti suaminya, akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka.

(e) Bahwa wanita yang mengerjakan sholat dan berdoa untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, akan dipukul mukanya dengan sholatnya.

(f ) Bahwa wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek-robek pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun.

(g) Bahwa wanita yang berzina akan dicambuk dihadapan semua makhluk di hadapan neraka pada hari kiamat, tiap-tiap perbuatan zina dengan lapan puluh kali cambuk dari api.

(h) Bahwa isteri yang mengandung ( hamil ) baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamullail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah.

(i) Bahwa isteri yang bersalin ( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusukan anaknya.

(j) Bahwa wanita apabila bersuami dan bersabar dari menyakiti suaminya, maka diumpamakan dengan titik-titik darah dalam perjuangan fisabilillah.

Semoga ahlia-ahlia (isteri-isteri) kita dapat mengambil nasihat Nabi pada Aisyah ini di dalam kehidupan mereka. Namun kita sebagai suami hendaklah selalu mendoakan agar ahli-ahlia (isteri-isteri) kita bersifat seperti isteri-isteri Nabi saw serta kita hendaklah juga selalu memaafkan kesalahan dan kesilapan mereka. Pernah seorang lelaki mendatangi Umar r.a untuk mengambil pandangan berkaitan masaalah isterinya yang banyak bersongeh dan berleter. Setelah sampai didapati isteri Umur r.a pun seperti isterinya suka bersongeh dan berleter. Lalu ia pun meninggalkan Umar r.a. Setelah berjalan beberapa langkah Umar r.a menyedari lalu memanggil lelaki itu datang semula menghampirinya.

Setelah diterangkan maksud kedatangannya lalu Umar r.a pun berkata,: "Siapa mereka, mereka adalah isteri kita. Mereka mendidik dan memelihara anak-anak kita. Merekalah yang menjaga harta benda kita. Mereka memasak makanan serta membasuh pakaian kita. Dan yang lebih penting mereka memelihara kita dari terjebak dengan zina. Sedikit kesilapan dan kesalahan mereka maafkanlah". Lalu lelaki itu pun pulang dengan perasaan puas dengan nasihat Umar r.a.

Wallahua'lam

Sumber : hambalialorstari.blogspot.com


Tags :

70 hasta, 80 cambuk, 80 kali cambuk, ahli syurga, ahlia solehah, ahlia-ahlia, amalan ditolak, amalan gugur, amalan sia-sia, bahan bakar, bahan bakar neraka, banyak bicara, banyak buang masa, berdoa, berdoa untuk diri, berjuang fi sabilillah, berleter, bersongeh, bicara sia-sia, bohsia, cakap sia-sia, cambuk dari api, dicambuk, ditimpa musibah, doa, doa untuk diri, fi sabilillah, fitnah, isteri bersalin, isteri contoh, isteri derhaka, isteri durhaka, isteri membebel, isteri mithali, isteri Nabi Luth, isteri Nabi Nuh, isteri solehah, isteri yang bersalin, isteri yang hamil, isteri yang melahirkan, isteri yang mengandung, isteri-isteri, kaum wanita, kayu api, kehendak suami, keinginan suami, kemahuan suami, kesakitan diberi pahala, kesakitan yang dideritainya, khianat suami, kufur nikmat, lidah 70 hasta, lidah belit tengkuk, lidah panjang, lihat buruk suami, lihat keburukan suami, maruah suami, mata kelabu, memaafkan kesalahan, memaafkan kesilapan, memandang jahat, memasak makanan, membasuh pakaian, memelihara anak-anak, memelihara suami dari zina, menampar muka, menampar-nampar muka, menaruh sangkaan buruk, mendidik anak-anak, mendidik dan memelihara, menduakan suami, menghapuskan muka, menghapuskan tubuh, menghina suami, mengingkari kebajikan, mengkhianati suami, mengkufurkan nikmat, mengumpat, menjadi kayu api, menjaga harta benda, menjatuhkan maruah, menjatuhkan maruah suami, menuduh, menyakiti hati suami, menyakiti suami, menyusukan anak, merobek pakaian, muka dibinasakan, muka dihapuskan, muka dipukul, muka hitam, nafsu suami, nasihat Nabi kepada Aisyah, nikmat, pahala bersalin, pahala isteri hamil, pahala menyusukan anak, pahala puasa, pandang jahat suami, pandang remeh, pandang rendah, pandang rendah suami, pelacur, penzina, perkataan sia-sia, qiamullail, sakit bersalin, sakit melahirkan, sangkaan buruk, seks suami, sifat isteri Nabi, solat dipukul ke muka, solat wanita, suami, suami doakan isteri, suka berleter, suka bersongeh, susu, susu ibu, susu lembu, syafaat, tempat tidur, tidak bermanfaat, tidak doa suami, tidak memenuhi kemahuan suami, tidak memuji Allah, tidak sabar, titik-titik darah, tubuh dihapuskan, ubun-ubun, ubun-ubun terikat, wanita berdoa, wanita kena musibah, wanita penzina dicambuk, wanita syurga, wanita yang berzina, zaujah solehah, ‘Aisyah

 
 
 

Payment for books thru PayPal

Nama Produk
Pilihan Serahan

Payment thru Bank Transfer

Nama:
Email Address:
Produk Pesanan dan Jumlah Harga dibayar.
Pilihan Serahan Produk
Bank transfer shj. CIMB : 0106-0000100-20-5
Maybank : 151016003450

Form provided by Freedback.
 
Copyright © 8 | Lan